Cara menghitung dana darurat keluarga
Dana darurat adalah uang yang disiapkan untuk kejadian tak terduga: sakit, kehilangan pekerjaan, kendaraan rusak, atau keluarga yang tiba-tiba butuh bantuan. Tanpa dana darurat, kejadian seperti ini biasanya ditutup dengan utang.
1. Jumlahkan pengeluaran wajib per bulan
Makan, listrik, air, gas, transportasi, sekolah anak, cicilan, dan kebutuhan pokok lain. Pengeluaran keinginan seperti hiburan tidak dimasukkan, karena saat darurat pengeluaran itu bisa dihentikan.
2. Kalikan sesuai kondisi keluarga
| Kondisi | Patokan dana darurat |
|---|---|
| Lajang | 3–6 kali pengeluaran bulanan |
| Menikah, belum punya anak | 6 kali pengeluaran bulanan |
| Menikah dengan anak | 9–12 kali pengeluaran bulanan |
| Penghasilan tidak tetap | 12 kali atau lebih |
Dana darurat = pengeluaran wajib per bulan × patokan bulan
Contoh: pengeluaran wajib Rp4.500.000, menikah dan punya anak, memakai patokan 9 bulan. Dana daruratnya Rp4.500.000 × 9 = Rp40.500.000.
3. Kumpulkan bertahap
Angka itu memang terasa besar dan tidak perlu terkumpul sekaligus. Isi dana darurat di hari gajian sebagai amplop tetap, mulai dari target satu bulan pengeluaran, lalu tiga bulan, baru target penuh. THR, bonus, dan sisa amplop di akhir bulan bisa langsung dimasukkan ke sini.
4. Simpan terpisah dan mudah dicairkan
Pisahkan dari rekening belanja harian supaya tidak terpakai tanpa sadar, tetapi tetap bisa dicairkan dalam satu sampai dua hari. Setelah dipakai, isi kembali sampai penuh.
Penjelasan lengkapnya ada di artikel berapa dana darurat ideal untuk keluarga.
Patokan di halaman ini adalah panduan umum perencanaan, bukan nasihat keuangan pribadi.